Setiap dari kita pasti mengenal yang namanya pohon kurma. Kalaupun belum pernah melihat secara langsung tetapi kita pernah merasakan manisnya buah kurma, apalagi kalau sedang musim haji atau saat bulan puasa Ramadlan. Pohon ini memang tidak lazim tumbuh di daerah selain padang pasir. Kenapa hanya bisa tumbuh di daerah seperti itu, padahal padang pasir itu kadar airnya sangat minim. Mengapa Allah merekayasa seperti itu? Ada pesan apa di balik itu semua?
Allah Maha Kreatif. Setiap hasil karya-Nya tidak akan mampu ditandingi oleh siapapun. Seandainya seluruh manusia di dunia ini berkumpul untuk berusaha membuat sesuatu yang setidaknya mirip saja dengan apa yang Allah ciptakan pasti tidak akan mampu. Setiap karya-Nya pasti akan menarik setiap hati yang memandangnya untuk tertegun, dan kemudian mengucapkan “Masya Allah”. Walaupun yang dipandang baru sekedar bentuk luarnya saja. Hati kita akan reflek mengucapkan "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (QS. Ali ‘Imran: 191) ketika kita telah mampu memahami pesan yang ada di balik karya-karya itu.
Selain itu karya-karya yang diciptakan juga sebagai bentuk kasih sayang Allah. Dia selalu menjaga dan membimbing para mahluknya agar tetap berada pada jalan yang lurus. Salah satu cara bagaimana mencurahkan kasih sayangNya adalah dengan menyampaikan nasihatNya melalui karya-karyaNya. Itulah Allah, walaupun Dia itu Tuhan tetapi juga bersikap tawadlu’. Setiap mencurahkan kasih sayangNya tidak kemudian ditampak-tampakkan walaupun Dia berhak untuk itu. Salah satu karya besar Allah sebagai bentuk Maha Besarnya, Maha Kreatifnya, dan Maha Kasih Sayangnya adalah diciptakannya pohon kurma.
Pohon kurma ketika diamati dari sisi fisik memang tidak begitu indah, walaupun begitu tidak akan ada yang mampu membuat yang setidaknya serupa dengan itu. Namun ketidakindahan yang ada pada pohon kurma itu justru tersimpan pelajaran dan nasihat yang sangat luar biasa dan sudah semestinya harus ditauladani.
Bentuk fisik yang tidak begitu indah jika dilihat sekedar dengan mata telanjang bukanlah suatu halangan untuk berbuat yang bermanfaat bagi diri, keluarga dan lingkungannya. Ketidakindahan itu justru merupakan sebuah anugerah dan bentuk kasih sayang Allah yang luar biasa. Dengan kondisinya yang seperti itu dia dapat melindungi dirinya dari segala sifat yang tercela, semisal riya’, sombong, angkuh, dan congkak. Selain itu juga merupakan bukti bahwa penilaian Allah bukanlah berdasarkan atas apa yang dia miliki, tetapi pada bagaimana dia bersikap dan berperilaku. Karena yang berhak menilai hanyalah Allah semata “ilallahi marji’ukum jami’a”.
Mengapa Allah tumbuhkan pohon kurma itu di padang pasir. Ternyata ketika direnungi secara mendalam terdapat suatu pelajaran, nasehat, dan hikmah yang luar biasa. Padang pasir yang gersang dan jauh dari sumber air merupakan gambaran dari situasi dan kondisi yang sempit atau berat atau serba dekat dengan kesulitan-kesulitan. Pohon kurma walaupun hidup dalam kondisi kesusahan atau sulit tetap berupaya untuk selalu survive. Berusaha untuk tetap hidup, tumbuh dan berkembang sebagaimana layaknya pepohonan lainnya yang hidup dengan taraf kesejahteraan yang tinggi.
Bagi pohon kurma, situasi dan kondisi jauh dari air bukanlah halangan untuk tetap beraktualisasi dan berprestasi. Pada kenyataannya dia mampu berbuah dengan buah yang kemanisan dan khasiatnya bagi kesehatan diakui oleh manusia seluruh alam. Selain itu pohon kurma juga terbuka bagi siapa saja tanpa pernah memperhitungkan apakah dia muslim atau tidak, kaya ataukah miskin, laki-laki ataukah perempuan, pejabat ataukah rakyat jelata, dari barat ataukah dari timur, dari selatan ataukah dari selatan, berkulit putih ataukah berwarna yang ingin berteduh di bawahnya. Semuanya merasakan kedamaian, keterbukaan, dan keadilan. Bahkan tidak sekedar memberikan tempat untuk berteduh, para tamu yang berkenan hadir juga disuguhi dengan kemanisan buah kurma.
Dengan melalui pohon kurma Allah menyampaikan dan mencurahkan kasih sayangNya bagi manusia. Kasih sayang berupa pesan yang harus ditauladani oleh manusia dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. PesanNya adalah
- Walaupun hidup dalam kondisi sulit, susah, sempit, dan sengsara janganlah mudah putus asa. Jadikanlah kondisi itu sebagai motivator dan spirit yang mendorong kepada perilaku lebih kreatif dalam rangka mencari jalan keluar yang positif.
- Manusia selain sebagai hamba Allah juga sebagai khalifah di muka bumi ini yang rahmatan lil’alamin. Dia diharapkan mampu bersikap dan berperilaku bijak dalam menjaga keseimbangan kosmos yang warna warni. Sikap dan tindakannya dipertimbangkan atas apa sebaik dan sebenarnya harus dilakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar