Buah mengkudu atau pace merupakan salah satu bentuk Maha Kreativitas Allah SWT yang di dalamnya banyak sekali mengandung fungsi, manfaat, dan hikmah atau pelajarannya, baik untuk fisik maupun psikis. Selain sebagai bentuk Maha Kreativitas, buah ini juga sebagai salah satu bentuk Maha Kasih Sayang Allah SWT terhadap seluruh mahluknya terutama bagi yang merasa dan menyadari mendapatkan kasih sayang itu. Mahluk yang seperti ini akan mengatakan "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (QS. Ali ‘Imran: 191).
Pohon mengkudu atau pace tumbuh pada tanah berkapur dengan ketinggian 1.000m dpl. Tingginya hanya sekitar 3-8 m dengan batang pokok jelas. Daun bertepi rata, berwarna hijau kekuningan. Bunganya berbentuk bonggol diketiak daun. Buahnya berbenjol-benjol tidak teratur. Panjangnya mencapai 5-10 cm. pace. Pada kesempatan kali ini penulis hanya akan fokus pada pembahasan mengenai buahnya saja.
Buah mengkudu atau pace jika dilihat dari fisiknya bukanlah merupakan buah yang tampak cantik dan menarik hati setiap orang yang melihatnya. Hal ini karena, kulitnya banyak sekali benjolan-benjolan hitamnya yang menyerupai bisul. Sehingga tidak sedikit dari para manusia justru menganggapnya sebagai buah yang tidak mengandung fungsi, manfaat dan hikmah apapun. Namun, sejatinya di dalamnya terkandung tatahan-tatahan mutiara hikmah dan obat yang luar biasa menakjubkan bagi setiap orang yang sudi memahami dan menteladaninya. Keadaan buah mengkudu atau pace ini mengajarkan kepada setiap manusia untuk bersikap rendah hati, tidak sombong, tidak angkuh, dan tidak ujub untuk mendapatkan pujian atau pengakuan dari pihak eksternal atau usaha memanipulasi pihak luar dengan sesuatu yang sebenarnya tidak ada dalam dirinya. Ia menghujamkan dirinya yang sesungguhnya di tanah yang terasing sehingga tampak sebagai sesuatu yang seolah-olah tidak mempunyai keistimewaan apapun di pandangan pihak lain.
Sikap dan perilaku pengasingan diri ini dalam diskursus tasawwuf sering disebut dengan khalwat. Khalwat yang dimaksud bukanlah seperti orang melakukan ritual tapa brata, yaitu pergi ke dan berdiam diri di suatu tempat yang sepi untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tapi lebih jauh dari itu semua, khalwat yang dilakukan oleh buah mengkudu ini lebih tinggi kedudukannya. Ia mengasingkan ke-diri-annya untuk mengubah sifat-sifat tercelanya menjadi sifat-sifat terpuji dengan selalu berdzikir kepada Tuhannya dan tetap bersosialisasi dengan lingkungannya.
Buah mengkudu memiliki kandungan Scopoletin, yaitu suatu senyawa yang berfungsi mengatur tekanan darah. Saat tekanan darah tinggi, scopoletin membantu menurunkan. Sebaliknya bila tekanan darah menjadi rendah, ia akan menaikkannya. Selain berindikasi antibakteri, senyawa ini juga mengatur hormone serotonin, yang membantu menurunkan kadar kecemasan dan depresi. Selain itu juga mengandung Morindin, zat ini berkhasiat dalam meningkatkan system pertahanan tubuh. Selain dua zat di atas, pace juga mengandung gum, asam malat, asam sitrat, dan senyawa antiseptic.
Walaupun buah mengkudu menyembunyikan kompetensinya dalam pakaian kesederhanaan dan cenderung dilecehkan tetapi ia memiliki perasaan dan kesadaran sebagai mahluk yang berkewajiban melaksanakan amar ma’ruf nahyi munkar. Rupanya ia adalah sosok yang selalu berusaha membantu para mahluk yang lain untuk dapat mengaktualisasikan fitrahnya sehingga menjadi mahluk yang dapat menjalankan fungsi aslinya secara baik dan benar. Manusia mempunyai dua fungsi sekaligus, yakni fungsi sebagai hamba yang sudah selayaknya menghamba kepada Tuhannya dan juga sebagai khalifah yang harus menjaga keseimbangan alam semesta.
Buah mengkudu mudah sekali terpanggil untuk membantu saudara-saudaranya sesama mahluk yang sedang mengalami inkonsistensi religiousitas untuk segera kembali ke track yang semestinya, yaitu suatu kondisi dimana manusia menjadi manusia. Jika buah mengkudu melihat ada manusia yang angkuh, congkak, sombong, dan merasa tinggi dibandingkan orang lain maka dia segera mengajaknya untuk kembali menjadi manusia yang normal dan positif. Upaya yang dilakukannya pun sungguh bijak dan arif sehingga tidak menimbulkan efek negatif. Begitu pula ketika melihat ada manusia yang hidupnya tidak ada gairah untuk maju atau belum maju dia segera mendatanginya. Upaya yang dilakukannya bukanlah sekedar memberi nasihat semata tapi ia berusaha menumbuhkan potensi yang sebenarnya telah dimiliki oleh mereka.
Itulah buah mengkudu. Dia memiliki kemampuan menstabilkan bahkan meningkatkan menjadi positif kondisi manusia. Walaupun begitu dia tidak menampakkan kemampuannya itu di hadapan mahluk lain. Kemampuannya itu diselimuti dengan kain kesederhanaan. Kemampuannya tidak tampak hanya sekedar dilihat, tapi dapat ditemukan dengan dirasakan.
Semoga kita semua dapat melihat, mempelajari, memahami, menteladani, mengempati, dan menjiwainya. Amin.
ow,demikian memberi efek positif juga dlm psikologs,tp apakah buah pace tsb mampu menurunkan gejala anxiety?? Thanks
BalasHapus@ Dina Waheda: Scopoletin juga mengatur hormone serotonin, yang membantu menurunkan kadar kecemasan dan depresi.
BalasHapusThank's y tas kedatangannya.
sebentar,itu dimakan bulat2 buahnya?mana ada yg mau,krn dirasa tak menarik(gak inuk) dan bisa stress baru melihat buahnya saja.. Setahu saya buah pace itu juga memiliki bau yang sangat tidak enak, maka wajar saja jika banyak orang memilih untuk cari obat yang lain.hee
BalasHapus@kalau saya biasanya untuk campuran rujak bebak. jadi dicampur dengan buah-buahan yang lain. atau di jus diambil ekstraknya saja.
BalasHapus